REPRODUKSI : PEMBENTUKAN GAMET (GAMETOGENESIS) PADA PRIA


PEMBENTUKAN GAMET (GAMETOGENESIS) PADA PRIA

Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet atau sel kelamin. 

Gametogenesis meliputi spermatogenesis dan oogenesis dan melibatkan proses pembelahan sel : mitosis dan meiosis.

Spermatogenesis merupakan pembentukan sel kelamin jantan (sel sperma), sedangkan oogenesis merupakan pembentukan sel kelamin betina (sel telur/ovum). 

Kedua macam sel kelamin yang terbentuk ini selanjutnya perlu melalui proses pematangan untuk akhirnya dilepaskan. Sebagai sel gamet, sel sperma maupun ovum (sel telur) harus haploid (kromosom setengah dari kromosom sel induk) sehingga setelah pembuahan, akan tetap dihasilkan keturunan yang merupakan individu  diploid. 

A. Spermatogenesis

ü    proses pembentukan sel sperma

ü    terjadi pada tubulus seminiferus yang terletak pada testis pria.

ü  Proses :  diawali dengan pembelahan mitosis yang terjadi pada spermatogonium (2n) menjadi spermatosit primer (2n) atau bakal sel sperma.

Spermatosit primer (2n), mengalami pembelahan meiosis yang pertama dan menghasilkan sel anak haploid yang disebut spermatosit sekunder (n).

Selanjutnya, terjadi pembelahan meiosis yang kedua dan menghasilkan sel spermatid yang haploid (n).

Sel spermatid akan mengalami pematangan dan diferensiasi atau spermiogenesis membentuk spermatozoa (sel sperma). Dalam proses tersebut sel spermatid (n) akan kehilangan banyak sitoplasma.

Secara sederhana proses pembentukan sperma dapat digambarkan dalam bagan berikut ini:

 Struktur Sel Sperma dan Spermatogenesis Sel Sperma - masyog.com


ü  Ciri dan struktur sperma

Sel sperma yang berfungsi dengan baik, bersifat fertil (subur) dan siap berfertilisasi  membuahi sel telur. 

Sperma ini diproduksi oleh pria yang sudah dewasa, yang sudah mencapai masa pubertas. 

Sperma yang telah matang bersifat motil (mampu bergerak), karena sperma dilengkapi mikrotubulus.

Sperma yang matang ini mempunyai tiga bagian, yaitu bagian kepala, leher, dan bagian ekor.

Pada bagian kepala terdapat akrosom yang mengandung enzim hialurodinase, berfungsi menembus lapisan sel telur dan nukleus yang haploid yang membawa kromosom.

Sedangkan di bagian leher terdapat mitokondria sebagai penghasil energi saat bergerak.

Bagian ekor berperan sebagai alat pergerakan menuju ovum.  Selanjutnya perhatikan gambar sebuah sel sperma berikut


Fungsi Bagian Ekor Dari Sperma Manusia



Hormon yang berperan dalam proses spermatogenesis 

          Seorang pria mulai memproduksi sperma apabila testisnya telah menghasilkan hormon testosteron, hormon yang berfungsi merangsang testis untuk memproduksi sperma. Pada saat dimulainya produksi hormon testosteron menandakan pria tersebut mengalami pubertas. 

Pria mengalami masa pubertas pada usia 14-16 tahun. Pubertas ditandai dengan munculnya ciri-ciri sekunder pada pria. 

Ciri-ciri sekunder pria misalnya : pada wajah tumbuh kumis, jambang, tumbuh rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin. Otot-otot tubuh lebih kekar, dan suara terdengar lebih berat karena jakun mulai tumbuh.

            Secara biologis seorang pria yang telah puber akan mengalami ”mimpi basah”. Mimpi basah dapat terjadi karena pria memproduksi sperma setiap harinya. Sperma ini tidak  selalu dikeluarkan, sebagian sperma akan diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui cairan tubuh yang dibuang misalnya : keringat, kotoran cair, dan kotoran padat.                     

Sperma dikeluarkan melalui proses yang disebut ejakulasi, yaitu keluarnya sperma dengan cara memancar melalui penis. Ejakulasi terjadi secara alami (tidak disadari oleh pria) melalui mimpi basah.

 

Ada sejumlah hormon yang berperan dalam sistem reproduksi pria terutama saat proses pembentukan sperma :

Di bawah kontrol hipotalamus, hormon gonadotropin dikeluarkan untuk merangsang hipofisis anterior.

Hormon ini selanjutnya merangsang hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon LH (Luitenizing Hormone) dan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone).

Hormon LH menstimulasi sel-sel Leydig untuk menyekresikan hormon testosteron.

Hormon testosteron ini berfungsi saat spermatogenesis (ciri seks primer), dan pertumbuhan kelamin sekunder pada pria.

Hormon FSH berperan merangsang sel-sel sertoli dalam tubulus seminiferus untuk mengubah sel-sel spermatid menjadi sperma saat terjadi spermatogenesis.




 

Komentar